
Muara Sabak (MIN 2 Tanjung Jabung Timur) – Dalam rangka melestarikan budaya sekaligus mengajarkan siswa tentang pentingnya daur ulang, MIN 2 Tanjung Jabung Timur mengembangkan kegiatan seni kriya dengan mengolah bahan bekas menjadi mainan tradisional. Program ini tidak hanya melatih kreativitas siswa, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya memanfaatkan barang bekas untuk mengurangi limbah dan menjaga lingkungan.
Kepala MIN 2 Tanjung Jabung Timur, Winaryo, S.Pd, M.Pd.I, menyampaikan bahwa seni kriya ini merupakan perpaduan antara pelestarian budaya dan pendidikan lingkungan.
"Kami ingin siswa tidak hanya belajar membuat sesuatu, tetapi juga memahami nilai budaya dan pentingnya menjaga lingkungan. Membuat mainan tradisional dari bahan bekas adalah salah satu langkah kecil yang bermakna," ujarnya.
Kepala MIN 2 Tanjung Jabung Timur berharap kegiatan seni kriya ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus berinovasi.
"Kami ingin siswa tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga menyadari pentingnya melestarikan budaya dan menjaga lingkungan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberi manfaat lebih besar," tutupnya.
Melalui seni kriya, MIN 2 Tanjung Jabung Timur tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun karakter siswa yang kreatif, peduli lingkungan, dan bangga terhadap budaya bangsa. (FR/Wn)
|
488x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Timur dan Sekitarnya
Memuat tanggal...